bumimanusia


Limbah Air Sungai di DIY Perlu Dikelola Bersama
Januari 16, 2007, 7:24 am
Filed under: sepenggal kasus

Kamis, 22 Maret 2001 Yogyakarta, Kompas Pengelolaan limbah air sungai akibat rusaknya sumber-sumber mata air dan resapan air, seperti di sekitar punggung Gunung Merapi menuju Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), perlu ditangani secara bersama. Apalagi, air sungai tersebut diduga sudah mulai tercemar oleh bakteri Ecoli. Kesepakatan tersebut dicapai dalam Dialog Pinggir Kali di Jembatan Gadjah Wong, Yogyakarta, Rabu (21/3), dalam rangka memperingati Hari Air Internasional yang jatuh pada 22 Maret ini. Kesepakatan tersebut dicapai antara Kelompok Kerja (Pokja) Peringatan Hari Air Internasional 2001 dan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DIY Bambang S Priyohadi, Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Tirun Marwita dan stafnya, staf Wali Kota Hadi Prabowo, Surajumadal (dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah), dan penanggung jawab instalasi air limbah PT Budi Makmur, Petrus Budi Wardoyo. Dari data Pokja, kata Fajar Irawan dari Divisi Advokasi Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) DIY, tingkat pencemaran bakteri Ecoli di Sungai Gadjah Wong, Code, dan Winongo diduga sudah mencapai 70 persen. Bahkan, air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) juga sudah tersebar bakteri Ecoli. Akibatnya, masyarakat mudah terserang penyakit kulit, cacingan, dan diare. Resapan air di Kabupaten Sleman disinyalir paling banyak tercemar bakteri Ecoli. Padahal, lanjut Fajar, Kota Yogyakarta sampai Kabupaten Bantul memperoleh air dari hasil resapan air di Sleman tersebut. Fajar menambahkan, selama ini Walhi sudah melaporkannya kepada bagian lingkungan hidup tingkat kabupaten, polisi terdekat, dan kelurahan, tetapi ternyata tidak ada respons positif untuk bersama-sama menangani pencemaran tersebut. “Sebetulnya dalam menangani pencemaran ini, yang lebih utama adalah peningkatan kapasitas masyarakat yang tinggal di pingir sungai, sehingga masyarakat dapat mengatasi sendiri persoalan-persoalan yang berkaitan dengan lingkungan tempat tinggalnya,” jelasnya. (p27)

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: